Posted by
Unknown
In:
PEMANFAATAN TANIN AMPAS TEH DALAM PROTEKSI PROTEIN BUNGKIL BIJI JARAK TERHADAP KONSENTRASI AMONIA, UNDEGRADED DIETARY PROTEIN DAN PROTEIN TOTAL SECARA IN VITRO
PEMANFAATAN
TANIN AMPAS TEH DALAM PROTEKSI PROTEIN BUNGKIL BIJI JARAK TERHADAP KONSENTRASI
AMONIA, UNDEGRADED DIETARY PROTEIN DAN PROTEIN TOTAL SECARA IN VITRO
(Utilization
of Tannin from Tea Waste in Jatropha Meal Protein Protection on Concentration
of Ammonia, Undegraded Dietary Protein and Total Protein In Vitro)
A. N. Rochman, Surono dan A. Subrata
Fakultas
Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang
PENDAHULUAN
Pakan ruminansia yang
berkualitas sangat tergantung pada tingkat ketersediaan protein pakan yang
mampu memberikan kontribusi pada perkembangbiakan mikrobia secara maksimal
dalam rumen dan mampu mensuplai protein pakan di intestinum. Protein sangat
dibutuhkan oleh ternak dalam jumlah relatif besar, terutama bagi ternak yang
sedang dalam masa awal pertumbuhan, awal menyusui dan bunting akhir. Apabila
protein bahan pakan berkualitas tinggi dan dalam jumlah yang banyak, keberadaan
mikrobia dalam rumen justru merugikan, karena dalam merombak protein menjadi
amonia tidak mengenal batas, walaupun amonia yang dihasilkan sudah cukup untuk
memenuhi kebutuhan guna mensintesis protein tubuhnya.
Pemilihan sumber
protein bagi ruminansia harus berdasarkan 3 hal yaitu :
1). Protein harus mampu
menghasilkan N-amonia untuk mikrobia rumen sehingga biosintesis mikrobia
optimal
2). Mampu menghasilkan
protein tidak terdegradasi rumen yang tinggi
3). Mampu menghasilkan
protein total yang berasal dari protein mikrobia dan UDP dalam jumlah banyak
dan mutu yang tinggi
Salah satu alternatif
dalam pemenuhan kebutuhan protein tersebut adalah dengan pemanfaatan bungkil
biji jarak. Bungkil biji jarak mengandung protein kasar (PK) 18,40%; lemak
kasar (LK) 20,62%; serat kasar (SK) 32,81%; air 12,63 %; abu 8,67%; dan Bahan
Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) 19,5%. Kecernaan bahan organik (KCBO)
bungkil biji jarak cukup tinggi
78-80%, sedangkan nitrogen yang dapat
dipecah dalam rumen selama 24 jam yaitu 70-75%. Kadar protein kasar yang tinggi
dengan tingkat degradasi yang tinggi pada bungkil biji jarak menyebabkan perlu adanya proteksi protein, yaitu
dengan pemanasan atau penambahan formaldehida yang dapat meningkatkan fraksi
protein tidak terdegradasi 50 - 80% dan tidak menurunkan kecernaannya di
intestinum.
Proteksi protein juga
dapat menggunakan senyawa tanin. Tanin merupakan senyawa yang dapat digunakan
untuk melindungi protein dari degradasi mikrobia rumen, karena tanin mampu
mengikat protein dengan membentuk senyawa kompleks yang resisten terhadap
protease. Salah satu sumber tanin yaitu ampas teh, yang merupakan tanin yang
terkondensasi dan dapat menurunkan degradabilitas protein di dalam rumen.
Menurut penelitian Suhartati (2005), tanin merupakan agensia protektor yang
paling baik untuk mendapatkan UDP yang tinggi.
MATERI
DAN METODE
Penelitian ini mengkaji
upaya proteksi bungkil biji jarak dengan
tanin ampas teh yang diekstraksi dengan
berbagai level yaitu 0%, 0,25%, 0,5%, dan 0,75% terhadap bungkil biji jarak
sebagai sumber protein, dengan tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan
bahan pakan sumber protein terproteksi untuk meningkatkan produktivitas ternak
dilihat dari pengukuran konsentrasi amonia (NH3), Undegraded Dietary
Protein (UDP) dan Protein Total.
Metode proteksi bahan
pakan dengan tanin yaitu mencampurkan kistal tanin dengan aquades di dalam
spreyer dengan aras tanin 0%, 0,25%, 0,5% dan 0,75% kemudian menyemprotkan
ke dalam bahan pakan yang sudah
dihaluskan sampai tercampur secara homogen kemudian dikering udarakan. Penelitian
dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu :
1.
Tahap ekstraksi tanin
2.
Tahap proteksi bungkil biji jarak
3.
Melakukan uji fermentabilitas bungkil
biji jarak yang telah diproteksi dengan tanin secara in vitro
Pada uji
fermentabilitas yang dianalisis dan peubah yang diukur adalah konsentrasi NH3,
persentase UDP dan produksi protein total.
Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan
dan 4 ulangan. Sebagai perlakuan adalah T0 (bungkil biji jarak tanpa tanin), T1 (bungkil biji jarak + 0,25% tanin), T2 (bungkil biji jarak + 0,5% tanin), T3 (bungkil biji jarak + 0,75% tanin).
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bungkil biji jarak
yang diproteksi dengan peningkatan aras tanin dapat menurunkan konsentrasi NH3
dan meningkatkan persentase UDP (P<0,05) serta meningkatkan produksi protein
total (P>0,05).
·
Rata-rata konsentrasi NH3
Pada T0 adalah 5,87 mM,
T1 adalah 5,49 mM, T2 adalah 5,40 mM dan T3 adalah 4,90 mM.
Hasil konsentrasi
amonia pada penelitian masih dalam kisaran yang normal sehingga masih
memungkinkan untuk pertumbuhan mikrobia secara maksimal. Sutardi et al. (1983)
menyatakan bahwa pertumbuhan maksimal mikrobia membutuhkan konsentrasi amonia
sebesar 3,57 – 7,14 mM.
·
Persentase UDP
Pada T0 adalah 38,20%,
T1 adalah 40,70%, T2 adalah 40,84 % dan T3 adalah 42,20 %.
Persentase UDP pada
bungkil biji jarak terproteksi mencapai 38 sampai 42,2%, hal ini sesuai dengan
pendapat Sutardi (1978) yang menyatakan bahwa protein yang lolos dari degradasi
rumen berkisar antara 20 sampai 80% tergantung pada daya larutnya dalam cairan
rumen, laju lewatnya pakan, hewan inang dan kondisi mikrobial.
·
Produksi protein total
Pada T0 adalah 211,57
mg/g, T1 adalah 225,92 mg/g, T2 adalah 277,73 mg/g, T3 adalah 300,32 mg/g.
Hasil produksi protein
total yang semakin tinggi seiring penambahan aras tanin ampas teh mengindikasikan bahwa semakin tinggi
tanin semakin banyak protein yang terproteksi, sehingga dapat melindungi
protein terhadap degradasi mikroba rumen dengan tidak mengganggu proses
pencernaan enzimatis pada saluran-saluran pencernaan. Menurut Rahmadi et al. (2010) tingginya produksi protein
total dapat dipengaruhi oleh konsentrasi amonia dan protein yang lolos dari
degradasi rumen.
SIMPULAN
DAN SARAN
Berdasarkan penelitian
yang telah dilakukan bahwa proteksi bungkil biji jarak menggunakan tanin ampas
teh dengan aras 0,75% terbukti mampu menurunkan konsentrasi amonia (NH3), meningkatkan
persentase UDP, dan produksi protein total. Pemanfaatan bungkil biji jarak
sebagai suplemen protein pakan ruminansia dapat dimaksimumkan, cara efisien
yang dapat dilakukan adalah memproteksi bungkil biji jarak menggunakan tanin
ampas teh.
This entry was posted on 09.31
You can follow any responses to this entry through
the RSS 2.0 feed.
You can leave a response,
or trackback from your own site.
Posted on
-
0 Comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)











0 komentar:
Posting Komentar